Highlight
- Get link
- X
- Other Apps
Review Drama Korea Absolute Value of Romance: Ke Mana Mimpi Masa Muda Kita?
Gue udah lupa rasanya menjadi muda dan penuh semangat. Gue udah lupa rasanya punya cita-cita dan mewujudkannya. Gue udah lupa banyak hal menyenangkan karena semakin tua otak dipenuhi pikiran-pikiran nggak jelas. Tapi ketika gue menonton Drama Korea Absolute Value of Romance, semua kenangan dan mimpi masa muda seolah hidup lagi.
Gue kangen punya banyak semangat untuk bermimpi, dan percaya kalau itu semua terwujud.
Soalnya, pada akhirnya gue udah 10 tahun kerja pontang-panting dan berjuang sama semua perasaan. Dari senang, bosan, marah, kesel, bersyukur, dan itu muter terus selama 10 tahun ini. Apa itu mimpi dan kesenanganku, aku harus bangun dan bekerja. Lalu mengulanginya lagi besoknya dan besoknya.
Hey, ini bukan nggak bersyukur ya. Gue rasa ini adalah jalan hidup banyak orang yang nggak perlu dianggap sebagai bentuk tidak bersyukur.
Gue beruntung karena bertemu drama ini. Bertemu Yeo Eui Ju yang masih SMA dan sangat mencintai menulis. Mengingatkan gue sama diri sendiri di masa itu. Kenyataannya gue bekerja yang isinya juga menulis, meski bukan menulis dalam bayangan gue.
Tapi pada akhirnya, gue bener-bener bersyukur mendapatkan pekerjaan yang bisa menggunakan skill gue yang tidak seberapa ini.
Oke, balik lagi ke Drama Korea The Absolute Value of Romance.
Sinopsis
Drama ini dibintangi Kim Hyang Gi yang berperan sebagai Yeo Eui Ju. Di sini, Yeo Eui Ju adalah siswa SMA yang suka banget menulis novel. Namun sayangnya, web novelnya tidak pernah mendapatkan pembaca. Lalu hadirlah empat guru muda di sekolahnya yang akhirnya menginspirasi dia.
N VIXX sebagai bintang utama, berperan sebagai Ga Woo-Su, seorang guru Matematika yang juga menjadi wali kelas Yeo Eui Ju. Awal pertemuan mereka dimulai dari salah paham, yang terus terjadi selama beberapa waktu.
Puncaknya, Pak Ga memergoki Yeo Eui Ju menulis web novel BL di mana Pak Ga dan tiga guru lainnya sebagai pemeran utama. Lalu, bagaimana reaksi Pak Ga dan akhir kisahnya?
Saat muda, semangat dalam menemukan bakat dan menjalaninya adalah yang terpenting
Yeo Eui Ju tidak terlalu suka belajar. Secara spesifik, dia nggak suka Matematika. Satu-satunya yang Yeo Eui Ju sukai adalah menulis.
Dalam drama ini, saya cukup respect dengan Pak Ga yang berbesar hati ketika membaca novel yang dibuat Eui Ju. Pasti nggak nyaman jadi karakter tokoh itu, apalagi di novel BL. Tapi Pak Ga memilih untuk membiarkan agar muridnya menemukan bakat dan jalan hidupnya.
Yah… Kalau kita udah berumur, kita akhirnya sadar kalau semangat masa muda itu penting. Masa muda adalah momen di mana kita masih percaya kalau yang kita suka dan kuasai, serta semua mimpi kita pasti terwujud. Soalnya menjadi dewasa itu bisa dikatakan berat. Terkadang orang dewasa hanya menjalani hari, dan perlahan melupakan mimpinya.
Jadi, gue yakin Pak Ga berusaha menjaga mimpi Eui Ju. Jangan sampai mimpi itu layu sebelum waktunya, bahkan kalau bisa terus mekar.
Persahabatan dan kisah masa muda yang menyenangkan
Dalam drama ini, kisah persahabatan SMA pun punya porsi yang seimbang. Eui Ju dan lima orang sahabatnya mengingatkan kita dengan masa muda tapi versi menyenangkan. Momen di mana kita sedih ngelihat temen kenapa-kenapa. Momen di mana kita seneng ngelihat temen kita bahagia tanpa berpikir, “When yah?”
Masa muda itu menyenangkan karena ketika sedih, kita masih suka berbagi dengan sahabat tanpa mikir dia punya kesedihan lain atau nggak. Karena memasuki usia dewasa, banyak yang lebih suka memendam perasaan. Bukan hanya karena takut buat cerita, bahkan energi buat cerita pun sudah terkuras.
Masa muda juga menyenangkan karena ketika temen bahagia, kita akan senang dan sabar menanti giliran bahagia kita. Tapi, lagi-lagi, ketika dewasa, pertanyaan when yah itu pada akhirnya hanya akan menjadi beban.
Jadi ketiika melihat persahabatan enam orang ini, gue bener-bener kangen masa muda dan semua temen-temen gue. Momen SMA yang menyenangkan, dan nggak terulang lagi.
Empat guru yang bijak, penting dalam perkembangan murid
Ada empat guru dalam drama ini, yang masing-masing punya karakter kuat. Namun, keempatnya pada dasarnya punya satu kesamaan: Bakat dan apa yang disuka murid adalah hal penting.
Mereka menyadari kalau apa yang dilakukan Eui Ju salah, tapi berbesar hati untuk memaafkan dan menjadikan hal itu sebagai proses Eui Ju belajar dan terus mengembangkan bakatnya.
Karena pada dasarnya, guru memang seharusnya memberikan siswanya ruang yang nyaman untuk mereka menekuni yang disuka.
Betapa bahagianya kalau kita bisa menemukan yang kita suka
Yeo Eui Ju mengingatkan gue, kalau hidup yang menyenangkan adalah hidup yang kita suka menjalaninya. Sesulit apapun, sesedih apapun, tapi kalau udah suka ya, kita akan tetep kuat menjalaninya.
Gue berharap, sih gue bisa kembali ke masa-masa itu. Soalnya kalau sekarang, bertahan hidup saja sudah menyenangkan. HUHU.
Comments
Post a Comment
Berikan komentarmu untuk tulisan ini, yuk! Btw kalau mau komen bisa lewat PC ya :)